Tiadalah Jemu: Gurindam 12 Fasal 5 | Episode 25

Jika hendak mengenal orang berbangsa, lihat kepada budi dan bahasa. Jika hendak mengenal orang yang berbahagia, sangat memeliharakan yang sia-sia. Jika hendak mengenal orang mulia, lihatlah kepada kelakuan dia. Jika hendak mengenal orang yang berilmu, bertanya dan belajar tiadalah jemu. Jika hendak mengenal orang yang berakal, di dalam dunia mengambil bekal. Jika hendak mengenal orang… More Tiadalah Jemu: Gurindam 12 Fasal 5 | Episode 25

Cari Pasal: Gurindam 12 Pasal 2 dan 3 | Episode 21

Gurindam Dua Belas is a Malay poem written in rhyming couplets with free meter. It has 12 parts, each dealing with a different pasal, or issue. It was composed by Raja Ali Haji (1808-1873), an intellectual of the Riau-Lingga court best known for his history Tuhfat al-Nafis (the Precious Gift).  Di sini saya baca Fasal… More Cari Pasal: Gurindam 12 Pasal 2 dan 3 | Episode 21

Episode 6: Puisi dalam Terjemahan

Kawan-kawan, mari berjalan ke arah Ithaca bersama saya dengan puisi C.P. Cavafy dan A. Samad Said. [divider type=”thin”] [two_first] Rumah Kosong A. Samad Said     Satu malam, gelisah, ibu Bertanya: bila nak kau Beli rumah? Pilu, tapi dengan Senyum, kujanji, dekat masanya – Setahun dua selewatnya. Tapi Sebulan kemudian ibu pergi, Terkilan melihat rumah… More Episode 6: Puisi dalam Terjemahan